Dandy menatap sekujur tubuh seksi Edith yang berbalut tanktop tanpa bra, dan dia yang tetap menunjukkan sikap mesra. Dia mendekap pinggang ramping Edith saat duduk di sebelahnya, mengusap-usapnya, dan Edith membalas perlakuan Dandy dengan kecupan di bibir. “Kangen kamu, Dandy,” ucap Edith, dan tangan halusnya meraba-raba sela paha Dandy. “Kamu pergi ke mana dua hari lalu, Dith?” tanya Dandy sambil mengusap-usap punggung tangan Edith yang meraba sela pahanya. “Dua hari lalu?” Edith berpikir dengan dahi mengernyit. “Oh, aku ke BSD.” “Kok nggak ngasih tau aku sih?” Edith menghela napas pendek. “Kamu juga sering ngapa-ngapain nggak bilang ke aku, nginap di rumah bu Dinda aja nggak kasih tahu aku.” “Oh, begitu ya. Aku biasanya emang nggak bilang-bilang, ‘kan?” Edith menarik tangannya

