Bassam berubah ceria setelah makan, dia bisa bebas bermain di kamar Dandy, kamar impian anak seusianya yang lengkap dengan gim, dan dia yang jadi tidak bosan. “Mau telefon mama?” tawar Dandy tiba-tiba, ingin menunjukkan keceriaan Bassam di kamarnya yang sedang duduk di depan layar komputer besar. Bassam mendelik. “Katanya nggak boleh lapor ke mama.” “Hm, sebaiknya laporan saja,” ujar Dandy, berubah pikiran. Bassam pun mengangguk semangat. Dandy menekan tombol panggilan dan Dinda yang langsung menerimanya. “Halo, oh … hai, Bassam! Hei kamu di mana? Di hotel?” seru Dinda dan dia yang tampak sedang berjalan di tengah keramaian di pasar malam di Bangkok. “Mama di mana?” tanya Bassam, melihat mamanya yang berpakaian mini di tengah orang-orang yang lalu lalang. “Mama di pasar malam, S

