Bab 19. Hampir Saja

1092 Kata

Dinda sudah duduk di tepi tempat tidur, memegang pundak. Dia masih merasakan pijatan lembut tangan Dandy. Entah kenapa dia jadi merindukan sentuhan seseorang yang begitu dia cinta di masa lalu, Fauzan yang sering memijatnya saat dia kelelahan belajar. “Kita akan ke kampus yang sama, Fauzan!” sorak Dinda, melihat namanya tertera di layar komputer, dinyatakan lulus di perguruan tinggi swasta jalur beasiswa, dan Fauzan yang lebih dulu lulus lewat jalur mandiri. Keduanya bersorak gembira lalu Fauzan memberinya kecupan mesra di bibir. “Kasihan Rida,” ujar Dinda sedih. Rida dipaksa orang tuanya kuliah di kampus swasta di Sydney. “Ya, itu karena papanya dulu kuliah di sana, dan dia ingin anaknya kuliah di sana juga.” “Eh, bukannya kamu juga disuruh papa kamu kuliah di Sydney?” “Aku nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN