37

1069 Kata

Perlahan namun pasti, Tangguh menindih tubuh Yura. Tidak ada pemberontakan sama sekali dari Yura. Apakah ini sebuah hipnotis? Atau memang Yura rindu sosok Tangguh yang pernah merenggut mahkotanya. Andaikan pernikahan itu tidak ada, kemungkinan besar Yura siap membuka hatinya untuk Tangguh dan melupakan semua kesalahan yang pernah menimpa mereka berdua. Tangguh semakin terlihat rakus melumat bibir tipis Yura secara bergantian yang atas dan bawah. Kedua matanya tetap terbuka menatap Yura yang berada di bawahnya dan hanya mengikuti irama permainan Tangguh. Yura sendiri begitu menikmati ciuman yang bertubi -tubi dilakukan oleh Tangguh. Bibirnya mulai terasa tebal dan kebas. Pertukaran air liur itu sungguh membuatnya candu. Tidak ada perasaan geli ataupun jijik sama sekali. Malahan ingin teru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN