Bab 35

990 Kata

Alena duduk pelan di tepi ranjang, mencoba menahan rasa berputar di kepalanya. Bukan karena luka—karena semua info yang baru ia dengar. Tangannya mencengkeram seprai, dingin dan berkeringat. Rendi berdiri beberapa langkah darinya, kedua tangannya masuk ke saku celana, tetapi bahunya tegang. Dia sedang mencoba memilih kata. “Aku butuh kamu jelasin semua yang kamu ingat,” kata Rendi akhirnya. “Ren…” Suara Alena bergetar meski ia berusaha menahannya. “Aku bahkan nggak bisa ingat kejadian kecelakaannya.” “Ya, aku tahu.” Rendi mengangguk sekali. “Makanya kita mulai dari hal lain dulu. Apa ada sesuatu yang terjadi sebelum kecelakaan? Telepon aneh? Orang asing? Ancaman? Masalah kerja?” Alena menggeleng. “Nggak. Sama sekali nggak ada.” “Kamu yakin?” “Yakin.” Ia menelan ludah. “Hari itu aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN