Bab 25

1176 Kata

Sore itu, rumah terasa lebih sepi dari biasanya. Rendi pergi ke kantor tanpa banyak bicara setelah sarapan bersama Alena yang berakhir dengan suasana canggung. Sejak percakapan mereka di taman pagi tadi, keduanya seperti berjalan di atas batas yang rapuh. Ada jarak di antara mereka, tapi juga rasa ingin tahu yang menahan agar tidak saling menjauh sepenuhnya. Alena duduk di ruang tamu, memandangi jam di dinding. Waktu bergerak lambat, seperti sengaja menunda rencana yang sudah disusunnya. Ia menunggu hingga suara mobil Rendi benar-benar hilang di kejauhan sebelum bangkit dan menuju kamar. Pelayan rumah tampak sedang membersihkan ruang makan. “Bu, mau saya siapkan teh?” tanya perempuan itu sopan. “Tidak usah. Saya mau ke kamar,” jawab Alena singkat. Ia melangkah cepat ke lantai atas, lal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN