Ari terkejut seseorang langsung memukulinya membabi buta, ia terjerembab ke belakang dan jatuh ke lantai. Pria itu memukul wajah Ari hingga mengalir darah segar dari hidung dan mulutnya, saat ia akan memukul lagi seseorang menahannya. "Stop, Dzak nanti elo bisa bunuh dia," ucap Tommy menahan tangan Dzakka yang akan mengayun memukul Ari. "Orang seperti dia pantas mati," jawab Dzakka berapi api menahan emosi. Beberapa polisi masuk dan menangkap Ari. "Lo liat aja, gue akan tuntut lo dengan pasal berlapis," ancam Dzakka pada Ari. Ari dibawa keluar oleh para polisi itu. Anggi yang ikut, mencoba melepaskan ikatan di tangan dan kaki Anaya. "Kamu nggak apa apa kan Nay, maafin gue Nay" ucap Anggi berderai air mata. "Kok elo yang minta maaf sih nggi?, Udah aku nggak apa apa" jawab An

