Kedua bulu mata lentik itu perlahan mengerjap. Menemukan dirinya di sebuah ruangan yang serba putih. Selimut hangat, membungkus tubuhnya sampai d**a. Melirik pelan ke arah sampingnya, ia menemukan seorang lelaki tampan bersetelan saja berwarna silver. Dia menggenggam tangannya dengan wajah terlelap bersandar pada sisi brankarnya. Seulas senyuman terlihat di kedua bibir manisnya. Wajah tampan yang terlelap itu sungguh membuat hatinya damai. Melirik pada jam yang berdenting di dinding, sudah menunjukkan pukul 7 pagi. "Dewa ...," panggilnya pelan. Tangan yang bebas mengusap kepala laki-laki itu dengan lembut. "Dewa ....," Suara lembut itu membuat kedua mata menawan yang terutup rapat perlahan terbuka. Mengembalikan kesadarannya yang baru saja berkelana bersama mimpi. Setelah selesai sha

