Tamu tak diundang

1044 Kata

"Kalau begitu, biar tanganku sendiri yang akan mengeringkan tubuh kamu!" Dyra tersenyum sendiri, jika mengingat apa yang baru saja dikatakan suaminya. Sedikit terdengar keterlaluan, tapi ia senang. Jika dulu ia harus berusaha mati-matian agar Dewa memberikan perhatian padanya. Maka saat ini dia malah mungkin akan merasa jengah, karena perhatian yang keterlaluan suaminya itu. Jengah bukan berarti bosan atau benci. Jengah karena Dewanya itu harus selalu membuat kesabarannya diuji. Dan Dyra sendiri bukanlah gadis yang penyabar. Ia takut dirinya malah lepas kontrol, gara-gara Dewa yang terlalu posesif itu. "Tuan Vasko sedang ada tamu, Dok," ujar seorang perawat perempuan, membuat lamunan Dyra buyar. Saat ini perempuan jelita itu sedang berada di depan pintu kamarnya Vasko. Menenteng paper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN