"Maaf, atas apa yang dilakukan suamiku waktu itu," ujar Dyra, gadis itu saat ini sedang berada di ruang kerjanya. Dia sudah kembali kerja. Tedy hanya mengangkat kedua bahunya. "Tidak masalah, ini hanya hal kecil." Tedy meletakkan paper bag di atas meja. "Aku membawakan kripik apel, mungkin kamu pengin ngemil." Dyra membulatkan kedua matanya. "Waw! Kripik apel? Aku sudah mencarinya ke mana-mana, dan di dekat apertemenku tidak ada. Katanya sudah kosong." Tedy tersenyum lembut. "Kalau begitu kamu harus segera makan ini, ini pasti rasanya enak. Dan dede bayinya pasti akan senang." Tedy mengusap kepala Dyra singkat. "Hari ini aku ada makan di luar, bersama Pak kepala Rumah sakit. Apa kamu mau ikut?" Dyra menggeleng, ia mulai menikmati suapan pertamanya. "Aku enggak mau, tapi kalau nitip s

