"Aku harus kerja sayang, kamu tidak apa-apa berangkat dengan supir?" Dyra mengangguk, kedua tangannya memakaikan dasi di lehernya Dewa. "Kamu pulang jam berapa? Gak bisa jemput aku ya?" Dewa menunduk, dan menatap kedua mata indah itu. "Enggak bisa kayanya sayang, gak apa-apa kan? Hari ini aja ya ..., please." Dyra mengangguk. "Ok, tapi nanti kalau aku udah tidur, kamu harus nyusul aku dan peluk aku." Rengek Dyra, membuat Dewa terkekeh dan menyentil kening sang istri pelan. "Iya sayang, " namun diakhiri oleh sebuah pelukan. Dan kecupan di kening mulus itu. "Kamu juga jangan lupa, kalau aku pesen bakso yang ada di sebelah kantor kamu. Itu rasanya enak banget, kamu jangan lupa," tambah Dyra lagi, tidak lupa dengan rengekan manjanya. Sekali lagi, Dewa hanya tersenyum dan mengusap puncak

