Harap Cemas 2

1001 Kata

Suasana Minggu siang yang jauh dari harapan dokter Angkasa. Sejak menyampaikan keinginannya untuk mendekati Deandra, ia sudah tahu kalau akan mendapatkan pertentangan keluarga. Dan hari ini, kakaknya sudah bertindak. "Bagi seorang janda seperti saya, nggak bisa hanya memikirkan kebahagiaan sendiri, Dok. Tapi ada anak yang harus saya pikirkan. Bagaimana perasaannya jika dia nggak disukai di keluarga baru mamanya." "Saya bisa menerima Antika." "Tapi keluarga dokter belum tentu menyukainya." Diam. Bu Wetty dan Pak Dedy yang berada di ruang tamu saling pandang. Ia mendengarkan semuanya karena suasana memang sepi, jadi suara Dea dan dokter Angkasa terdengar jelas. Anak-anak juga tengah bermain di lantai atas. Rizal dan Arsy yang duduk di sofa keluarga juga diam menyimak. "Dugaan kita ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN