Bab 103

1223 Kata

Seketika Adelia terdiam, ketika mendengar suara pria, yang teramat ia rindukan. "Sayang, kamu kenapa diam? Kamu marah ya, sama Abang?" tanya Tian yang merasa khawatir, jika Adelia tidak ingin berbicara padanya. Karena sejak semalam, ia tidak mengangkat panggilan telepon, dari wanita itu. "Wa'alaikumsalam, Nggak kok, Bang. Adel nggak marah. Memangnya, Bang Tian lagi ada di mana? Kenapa Bang Tian tidak mengangkat telepon, dari Adel sejak semalam?" tanya wanita itu penasaran. "Maaf ya, Sayang. Abang terlalu sibuk beberapa hari ini. Makanya Abang tidak sempat mengecek ponsel," jawab Tian beralasan. Karena ia tidak ingin kekasihnya tahu. Jika ia gagal membujuk omnya. "Oh begitu ya, Bang. Kalau begitu Adel   yang seharusnya minta maaf. Karena Adel sudah menelpon Abang berkali-kali. Itu semua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN