Saat ini Adelia hanya bisa duduk termenung, di dalam kamarnya. Ia sangat terkejut, memikirkan jika sebentar lagi dia akan bertunangan dengan Ricky, teman masa kecilnya. "Kenapa masalah selalu saja datang bertubi-tubi menimpaku. Belum lagi hubungan dengan Bang Tian, yang sampai detik ini belum ada kejelasan. Sekarang, malah aku harus bertunangan dengan, Bang Ricky. Ya Tuhan, hamba mohon. Bukakan jalan yang terbaik. Bagaimana caranya aku menghadapi Bang Tian? Jika seandainya dia tahu, kalau aku akan bertunangan dengan pria lain." Adelia terus saja menitikkan air mata. Memikirkan kisah cintanya yang begitu rumit. Hingga suara deringan ponsel, membuyarkan lamunannya. Drrt! Drrt! Dengan perasaan malas, Adelia pun segera mengambil ponselnya. Namun, betapa terkejutnya ia, ketika melihat siapa

