Aku sebagai Ibu melihat anakku sedang terbaring lemah di ruang ICU, hatiku hancur. Sejak tiba di rumah sakit dan Bunga mendapat penanganan dari dokter, aku tak berhenti menangis. Darah dari hidung Bunga masih keluar meskipun tak sebanyak tadi di pesawat dan dokter mengatakan Bunga dalam keadaan kritis. "Kamu tenang ya ... kita berdoa supaya Bunga kuat melewati ini semua," ucap Gala sambil mengusap bahuku. Aku menyingkirkan tangan Gala lantaran risih rasanya dipegang oleh laki-laki. Namun, Gala malah menahan tubuhku. Dia seakan mengunci gerakku. "Bagaimana aku bisa tenang sedangkan anakku sedang berjuang antara hidup dan finis," ucapku dengan suara gemetar. Gala mencium pucuk kepalaku, bahasa tubuhnya memberikan aku kekuatan. Emang aku sangat rapuh sekali melihat Bunga tak berdaya seper

