Dewa: bab 28

1605 Kata

"Aku udah ngelamar Tira kemarin,” ujarku pada mama. Setelah mengantar Tira pulang seperti biasanya, aku langsung ke rumah mama. Kemarin aku agak kemalaman pulang dengan Tira, jadi pulangnya ke apartemen. "Serius?" "Iya. Dan Tira menerima lamaranku." "Akhirnya, mama bakalan punya mantu juga." Mama mulai heboh dan berteriak memanggil papa. Papa muncul dari dalam kamar setelahnya. "Dewa udah lamar Tira, Pa. Kita bakalan punya mantu!" Aku tersenyum sembari geleng-geleng kepala melihat kehebohan mama. "Beneran, Wa?" Papa juga sangat mendukung hubunganku dengan Tira. Aku mengangguk. "Jadi, kapan rencana nikahnya?" "Kami sepakat sekitar 2 bulan lagi, Pa, Ma. Tapi, kalau lamaran resmi datang ke keluarga Tira, aku bilang weekend depan. Apa bisa mempersiapkan dalam waktu singkat itu, Ma?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN