Rayan yang melihat dan mendengar semua ocehan Bintang mengepalkan tangannya kuat hingga memperlihatkan urat-urat besar di tangannya karena menahan emosi yang sangat tinggi. Rayan langsung pergi. Rayan tidak ingin Bintang terkena imbas kemarahan nya karena tak bisa mengendalikan diri. Bintang yang melihat kepergian Rayan kembali menangis terisak merasa Rayan benar-benar tidak memperdulikan nya. Rayan langsung meninju mobilnya dengan kuat, bahkan saat Rayan membuka pintu mobilnya, Rayan kembali meninju mobilnya sampai mengenai kaca hingga tangan Rayan mengalir darah segar dengan perlahan. Rayan melampiaskan kemarahannya pada mobil mewahnya, Rayan juga tidak peduli dengan pandangan heran orang lain, Rayan menutup pintu mobilnya dengan kasar dan menguncinya dari dalam sambil menyandarkan kepal

