"Emm… ah, Beby," erang Rayan dengan penuh kenikmatan. Bintang yang mendengar suara aneh yang Bintang yakini berasal dari kamar mandi, segera mendekat ke arah kamar mandi, dan menempelkan telinganya ke daun pintu guna memperjelas pendengaran nya. Bintang terus mendengar suara erangan dan juga nafas Rayan yang ngos-ngosan membuat Bintang seketika menekan dadanya menahan sesak. "Daddy, " gumam Bintang dengan suara kecilnya serta nada yang bergetar karena menangis. "Daddy, jahat…" teriak Bintang dengan kuat sambil memukul pintu kamar mandi dengan kuat. Rayan yang mendengar suara teriakan Bintang seketika gairah yang sempat memuncak langsung hilang, bahkan pusaka besar Rayan yang sempat mengacung dan besar langsung loyo tak berurat. Rayan yang tak ingin Bintang salah paham langsung mengguyur

