Gleg Rayan meneguk air liurnya secara kasar, saat sesuatu yang selama ini Rayan dambakan, sudah terpampang nyata di depan matanya, dan bahkan sudah siap untuk menjadi santapannya. Rayan mendekatkan wajahnya ke area inti Bintang, Rayan mengecup dan bahkan menjilatinya dengan dengan penuh semangat, membuat Bintang menjerit merasakan kenikmatan, yang baru saja Bintang rasakan "Oh, Daddy, emm!" Bintang terus mendesah saat mulut Rayan bermain dengan ahli di area kewanitaannya. Setelah Rayan puas bermain dengan mulutnya, Rayan mulai memposisikan Junior ke lubang inti Bintang, Rayan sedikit mendorongnya dengan perlahan, dan perlahan, hinggap telinga Rayan mendengar jeritan yang begitu sangat kesakitan. "Tahan sebentar Beby," ujar Rayan sambil melumat bibir Bintang, dan meremas gunung kembar Bi
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


