"Pergilah jika itu memang keinginan mu, maaf bukan berarti papa yang mengusir mu, tapi jika memang itu kemauan mu,maka akan papa turuti." Ujar Bram dengan tenangnya membuat Flora maupun Dinda yang mendengarnya sangat terkejut. Deg "Daddy," lirih Dinda sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan kata demi kata yang keluar langsung dari mulut Bram. "Berhenti memanggil papaku dengan sebutan itu…," teriak Flora yang merasa sangat tidak terima dengan panggilan Dinda pada Papa nya sambil mendorong meja kerja Bram dengan keras, hingga beberapa kertas yang berisi data penting berhamburan di lantai. Dinda seketika meloloskan air matanya yang sempat ditahan karena merasa tak bisa menerima keputusan singkat Bram dengan membiarkan Flora pergi, Dinda tidak masalah jika Flora akan membencinya

