"Tidak!!!" Dor Dinda langsung membuka matanya lebar-lebar saat tidak merasakan apapun setelah mendengar suara tembakan tadi, hanya suara teriakan seorang perempuan yang sangat Dinda kenal, yaitu, Bintang. "Bintang!!!" Teriak Dinda saat melihat tubuh Bintang mulai melemah. Rayan dan Bram yang mendengar suara teriakan Dinda langsung saling pandang, Bram langsung mengangguk memberi kode agar Rayan menghampiri Bintang, Rayan langsung berlari masuk menuju tempat dimana Dinda dan Bintang berada. Rayan langsung mengepalkan kedua tangannya serta wajah yang langsung berubah seperti iblis, saat mengetahui lengan Bintang sudah mengalir cairan merah, bahkan sampai menetes di lantai kotor. "k*****t!," teriak Rayan dan langsung menendang pria misterius itu dari belakang. Namun pria misterius itu cuk

