"Bintang," lirih Wira yang begitu terkejut saat melihat kedatangan anak yang sudah hampir satu bulan tidak pernah pulang "Papa, maaf," ucap Bintang dengan air mata yang sudah membasahi seluruh wajahnya. Wira mendekati Bintang yang tak kunjung masuk dan hanya berdiri di ambang pintu, Wira penasaran dengan siapa anaknya datang, Wira tahu anaknya tidak datang sendirian karena ada sebuah tangan yang sedang melingkar posesif di pinggang Bintang. "Dengan siapa kamu datang Nak?," tanya Wira yang berusaha menahan sesak di dadanya, pikiran Wira langsung tertuju pada sosok pria yang sudah menjadikan anaknya sebagai simpanan "Selamat pagi menjelang siang Pak Wira!," sapa Rayan dengan wajah datarnya dan juga suara yang begitu tegas nan berwibawa, Wira langsung membulatkan matanya saat melihat wajah

