"Ah, Daddy." Desah Dinda saat Bram benar-benar memberinya kenikmatan. Bram mulai mengelus seluruh tubuh Dinda di balik pakaiannya, Bram juga memberi tanda di setiap leher dan d**a Dinda membuat Dinda di buat lemas. "Sayang, aku benar-benar tidak kuat, cepatlah sembuh, aku tidak mau berpuasa terlalu lama." Ucap Bram dengan suara seraknya menahan hasrat yang sudah sampai di ubun-ubun, "Aku tidak apa-apa Daddy, Daddy bisa melakukan nya tanpa harus menunggu aku sehat total." Ujar Dinda yang merasa yakin tidak akan berpengaruh pada lukanya karena Dinda juga sudah mulai terpancing oleh gairah yang diciptakan Bramasta. Bram yang mendengar ucapan Dinda yang mengarah sepeti yang sedang menginginkan, Bram Langsung membangunkan diri dan duduk membelakangi Dinda, Dinda hanya menatap punggung Bram d

