“Apaan sih ya sabar dong, di kira lo doang apa yang punya jalanan.” Ucap Aliya sembari mengomel, ia sudah hampir menurunkan kaca jendela mobil nya untuk memarahi pengemudi di belakang mobil calon suami nya itu, andai saja Gellar tidak menahan mungkin sejak tadi Aliya sudah adu mulut dengan pengemudi lainnya. “Kamu jangan kemakan emosi kalau lagi macet kaya gini, emang mereka kayak gitu, di maklumi aja, jangan di bawa pusing. Biarin aja, nanti mereka juga yang capek.” Ucap Gellar sembari mengelus lembut punggung calon istri nya itu. “Kamu sekarang lebih touchy ya?” Ucap Aliya sembari tersenyum, tatapannya seakan menggoda Gellar ketika pria itu menyentuh bahu nya. “Oh tidak boleh ya?” Tanya Gellar. “Boleh lah

