Aliya bangun pagi, bersiap untuk berangkat kerja dan mendapati Gellar sedang sarapan bersama dengan kedua orang tua nya di meja makan. Gellar juga tidak berkabar kepada Aliya bahwa ia akan menjemput Aliya hari itu, Aliya mendekati mereka semua, duduk di sebelah Gellar, mengambil sebuah roti panggang berisi daging dan selada di atas meja. “Mas kok gak bilang kalau mau datang?” Tanya Aliya. “Masa datang aja saya harus bilang.” Balas Gellar, Aliya mendengus kesal, pria itu pasti selalu punya jawaban atas semua pertanyannya. Tidak pernah tidak. “Ya kalau aku berangkat duluan gimana? Mas jadi sia sia kan kesininya.” “Nggak Aliya.” Balas Gellar, pria itu sibuk dengan roti di hadapannya, begitu juga dengan Aliya, sementara itu kedua orang tua Aliya hanya diam, tidak ingin mengganggu dua anak

