“Assalamualaikum.” Ucap pria yang berdiri di ambang pintu rumah, kedua nya berbalik secara bersamaan, menatap pria itu, lalu sedetik setelahnya Aliya bangkit menghampiri pria yang merupakan calon suaminya itu. “Eh… kamu, udah lama?” Tanya Aliya. Gellar mengangguk, ia masih sama dinginnya dengan sepuluh hari yang lalu di saat Gellar pertama kali menemui Aliya. “Masuk dulu.” Sambung Aliya. Gellar menggeleng, kemudian menyerahkan sebuah bigkisan besar yang entah apa isi nya kepada Aliya. “Ini apa?” Tanya Aliya sembari berusaha melihat isi bingkisan tersebut, tetapi Aliya tidak bisa melihat isi dari bingkisan tersebut. “Kue, makan aja. Saya balik ya.” Ucap Gellar, di saat pria itu hendak menutup pintu, Aliya menahan tangan Gel

