86. Hadiah Terindah

1801 Kata

“Apa ini? Kok malah dobel gini hadiahnya,” tanya Hamzah. “Dibuka saja, Mas. Semoga suka ya,” jawab Aletta sambil tersenyum. Hamzah mengangguk. Tangannya mengambil kotak berwarna hitam yang seukuran kotak jam tangan. Sebelum membuka, sekali lagi Hamzah melihat ke istrinya. Dia berharap istrinya tidak membeli barang mahal lagi, karena miliknya masih bagus. Hamzah membuka kotak kecil itu perlahan. Perlahan namun pasti, mata Hamzah membulat lebar dan wajahnya tampak kaget. Rizal yang duduk tak jauh dari Hamzah, langsung melongok ke dalam kotak yang membuatnya penasaran itu. Dan tiba-tiba saja Rizal juga menunjukkan reaksi yang sama dengan Hamzah dan secepat kilat menoleh ke Aletta. “Masya Allah! Serius ini, Ta?” tanya Rizal. “Ada apa, Mas?” tanya Sarah ingin tahu. Dengan tangan gemetar

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN