51. Pemgorbanan Besar

1399 Kata

“Ham, kamu kenapa?” tanya Surya yang melihat menantunya tidak bersikap seperti biasanya. Hamzah yang kaget dengan pertanyaan mertuanya, segera menoleh. Dia berusaha tersenyum, meski wajah bingungnya masih tidak bisa dia hilangkan. “Hmm ... gimana, Pa?” tanya Hamzah balik. Aletta tersenyum. “Kamu kenapa, Mas? Capek ya?” tanya Aletta. Hamzah tersenyum canggung. “Sedikit. Agak ... agak pusing.” Hamzah memijat sedikit pelipisnya. Surya tersenyum. “Ya udah, kalian istirahat aja dulu. Ato mau makan dulu. Tadi bibi udah masak juga.” “Emang Papa mau ke mana?” tanya Aletta. “Mau ke kantor dulu. Ada urusan.” “Katanya kalo Letta pulang mau di rumah aja.” Aletta mulai merajuk. “Ya kan kamu juga masih mau istirahat. Papa ada keperluan sebentar. Udah ditungguin Beni di sana.” “Janji gak lama y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN