“Kevin!” Suara teriakan Hamzah yang menggelegar penuh amarah karena rumah tangganya diusik langsung membuat keributan di dekat rumah Hamzah terhenti. Para wartawan yang sedang diusir oleh para santri, langsung terdiam. Mereka sepertinya akan mendapatkan berita lebih menarik lagi kali ini. Kiai Husin dan Arman yang melihat Hamzah datang dengan tangan terkepal, langsung mengisyaratkan pada para santri itu untuk menjaga para wartawan agar tidak sampai mengambil gambar. Dengan sigap para wartawan segera membuat benteng di depan barisan para wartawan dan memaksa turun moncong kamera yang akan mencuri gambar. Barisan para santri dan ustad muda bahkan tidak segan memberikan ancaman dan tindakan kasar saat ada yang melanggar. Mereka datang ke pondok tanpa permisi, dan menyakiti pemilik pondok

