“Liatin teroooss! Kenapa sih? Gak rela dia pulang?” sindir Aletta saat melihat Hamzah masih menatap ke punggung Sarah yang kian menjauh dengan motor maticnya. Hamzah menoleh ke istrinya lalu terkekeh pelan. Dia mengambil paket besar di tangan istrinya, untuk dia bantu bawakan masuk ke dalam rumah. “Enggak kok. Tapi kok kayaknya dia lagi kesel ya. Apa dia tersinggung tadi,” jawab Hamzah sambil berjalan masuk. Aletta menutup pintu rumah dan menarik gorden tebal, agar rumah mereka kian tertutup. Sebentar lagi malam datang. “Ya emangnya kenapa kalo dia tersinggung? Bukannya dia yang mulai duluan. Apa coba maksudnya larang aku bantuin masak. Mau aku ntar cuma duduk aja di sana, kan itu urusan nanti. Orang aneh!” gerutu Aletta sambil menyalakan lampu depan. “Ya mungkin ucapan kamu terlalu

