30. Pelukan Maut

1160 Kata

“Letta. Letta. Ayo bangun. Udah subuh,” panggil Hamzah pelan sambil menepuk punggung istrinya. “Eemm.” Bukannya bangun, Aletta malah menggeliat manja. “Eh, bangun dulu. Ayo sholat subuh. Ayo bangun, Sayang,” panggil Hamzah lagi. “Issh, ayo sayang, tanganku mulai kesemutan ini,” keluh Hamzah pelan berharap Aletta akan segera bangun. Aletta membuka matanya perlahan. Dia masih terdiam, menunggu pandangannya terang dan otaknya bisa berpikir lagi. Bukannya bangun, Aletta malah memejamkan mata lagi yang membuat Hamzah semakin khawatir akan terlambat sholat subuh. “Eh, kok malah tidur lagi. Ayo bangun,” ucap Hamzah mencoba membangunkan istrinya lagi. “Ya udah duluan aja. Aku masih ngantuk,” jawab Aletta dengan syara parau. “Gimana bisa duluan, ini aku kamu peluk terus loh.” Sejak semalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN