Nabila sengaja membuat janji untuk bicara dengan Elice di jam makan siang, Nabila sudah datang lebih dulu ketika Elice bergabung di mejanya. "Kenapa denganmu?" tanya Elice begitu menangkap lapisan senyum tipis Nabila yang keruh sama seperti isi kepalanya. "Aku sudah coba bicara dengan Marko." Nabila langsung membuka pembicaraan dengan serius. "Oh, kuharap kalian telah menemukan jalan keluar." Elice menghela napas sambil memanjatkan doa untuk sahabatnya yang memang sangat layak untuk bahagia bersama pria yang tepat. "Aku ingin memberi kesempatan untuk Marko tapi aku tidak tahu bagaimana caranya." Nabila terlihat sedang meremasi telapak tangannya sendiri di atas meja, menggambarkan pilihan sulitnya yang sama-sama berat. "Kenapa tida kalian jalani saja dulu jangan beri tahu Moy!" saran