Jelita terdiam beberapa saat tapi kemudian mengangguk. Ganika pun mengangkat telepon tersebut. Banyu : “Halo.” Ganika : “Halo.” Banyu : “Kamu mengirimkan pesan kepadaku. Apa yang ingin kamu bicarakan?” Ganika : “Mmm… Aku rasa, kamu sudah mendengar segalanya dari Ranu. Soal Jelita dan kehamilannya.” Banyu : “Iya. Ranu sudah menceritakannya.” Banyu : “Aku coba menghubunginya tapi dia tidak mengangkat teleponku.” Banyu : “Jelita.. Apa dia ada bersamamu?” Ganika : “Iya.” Banyu : “Apa dia… Baik baik saja?” Ganika : “Iya. Dia baik. Dan janin dalam kandungannya juga baik.” Banyu : “Aku ingin mendengar suaranya. Biarkan aku bicara dengannya. Tolong.” Ganika : “Tunggu.” Ia menekan telepon dalam mode mute. “Banyu ingin bicara denganmu,” Ganika menatap sahabatnya. “Nada suaranya seper

