SANG PENOLONG

1324 Kata

Ganika dan Jelita menatapnya dengan rasa penasaran. Ketiganya duduk di area meja makan. "Apa ada?" Jelita merasa gugup. Pram tidak pernah seserius ini. "Maaf kalau aku mengganggu kalian tapi... Ada hal penting," Pram menatap keduanya secara bergantian. "Ti... Tidak, Kamu tidak mengganggu," Jelita menggeleng. "Silahkan duduk." Ketiganya duduk di area makan. Meja kecil itu tampak penuh sesak oleh mereka bertiga. Ganika menatap Pram ingin tahu, "Kok perasaaanku tidak enak. Ada apa ya?" Pram tersenyum, "Aku akan ceritakan segalanya." Jelita mempersiapkan secangkir teh manis hangat di hadapan mantan dokter kandungannya itu. "Aku juga penasaran. Ada apa?" Jelita menarik nafas panjang. Pram menyeruput minuman buatan perempuan yang dikaguminya itu. Ia kemudian menatap keduan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN