HANGATNYA PELUKANMU

1040 Kata

Jelita memperhatikan kalau Banyu mematikan ponselnya. “Maafkan,” ucapnya sambil menyimpan ponsel tersebut di atas meja. Jelita diam menunduk dan tidak menjawab ucapan mantan suaminya itu. Banyu menarik nafas panjang dan kemudian duduk di sampingnya, “Kita harus bicara.” Ia menggenggam tangan Jelita namun mantan istrinya itu melepaskan genggaman tangannya. “Aku… Tidak mau jadi perempuan lain dalam rumah tanggamu,” ucapnya pelan. Banyu tertunduk. “Tidak ada kata yang bisa menggambarkan penyesalanku…” ucapnya. “Aku menyesal…” Ia pun diam. Jelita memperhatikan ekspresi mantan suaminya itu yang penuh rasa bersalah. Banyu bukanlah orang yang suka berkata kata. Jadi tentu baginya akan sulit untuk bercerita panjang lebar. Tapi Jelita hanya diam dan menantinya kembali bicara. Banyu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN