Bab 10

806 Kata

Kamar itu sunyi. Hanya suara kipas langit-langit yang berputar pelan di atas kepala mereka, memecah keheningan yang sejak tadi membuat Naura nyaris sulit bernapas. Ruangan itu tampak begitu indah — bunga putih di atas meja, lilin kecil di dekat ranjang, dan tirai krem yang menjuntai lembut. Semuanya disiapkan oleh staf hotel yang disewa Ethan, tapi bagi Naura, tempat itu terasa seperti ruang tahanan yang tak kasatmata. Ia berdiri di tepi ranjang, masih dengan gaun yang sama yang dipakainya sejak makan malam bersama Saraswati. Tangannya bergetar tanpa sadar, berusaha menenangkan diri, tapi setiap gerakan terasa salah. Ethan melepas jasnya perlahan, lalu menaruhnya di kursi. Suaranya tenang seperti biasanya. “Kamu tidak perlu tegang begitu.” Naura menelan ludah. “Aku hanya... belum terb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN