Dalam sekejap mata, aku telah tiba di depan Kantor tempatku bekerja. Sebelum turun dari mobil, Dave mencium keningku. "Hati-hati di jalan, Dave." Ucapku, kemudian turun dan melambaikan tanganku ke arahnya. Perlahan dia melajukan mobilnya sampai tak terlihat lagi.Aku menengadah memandang ke atas langit, menatap awan mendung, mencoba menghirup udara sejuk dalam-dalam. Mungkin nanti juga akan turun hujan, pikirku. Mengingat bagaimana tadi Dave berlutut dan meminta maaf kepadaku, memeluk dan juga mencium lembut diriku. Walau tangannya sempat nakal dan aku juga sedikit menikmatinya. Aku memutuskan untuk melupakan kejadian semalam. Tapi kejadian semalam juga tidak dapat kulupakan begitu saja. Mengingat pria pengendara mobil sport perak itu, yang membuatku harus bermandikan lumpur kotor.

