Dave melihat Laura yang melewatinya begitu saja, merasa sangat bingung. "Aneh, kenapa Laura jadi dingin begitu sih? Apa yang salah dengannya ya?" Gumam Dave pada dirinya sendiri. Keesokan harinya, hari Minggu. Aku merasakan lengan Dave melingkari tubuhku. Dia bangun dari mimpi indahnya dan langsung masuk ke dalam kamarku. Aku yang melihatnya masuk ke dalam segera memunggunginya. Dia masih merasa bersalah padaku, tentang melupakan janji kencan makan malam romantis yang telah direncanakannya bersamaku sebelumnya. Kurasakan Dave mengecup rambutku dari belakang. Aku pura-pura tidak tahu. "Sayang, hari ini kita nonton yuk?" Ucap Dave dengan nada penuh harap. Aku hanya mengangguk singkat, tanpa menatapnya. Kususun roti panggang di atas piring. "Laura, kamu marah ya sama aku?" Tanyanya lagi,

