Pak Daniel kemudian mengetuk pintu kantor CEO, setelah mendapatkan jawaban dari dalam, Pak Daniel baru berani membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan tersebut. Aku mengikuti Pak Daniel dari belakang. Tapi aku juga tidak berani terlalu dekat dengannya, karena tidak mau terlalu mencolok. 'Kenapa beda sekali perlakuan Pak Daniel padaku dan pada CEO ini. Tadi saat memanggilku, dia tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan langsung menerobos masuk ke dalam ruanganku. Kalau di sini, dia mengetuk pintu terlebih dahulu barulah dia berani masuk ke dalam setelah mendapat izin masuk, dia terlihat sangat sopan sekali. Sungguh perbedaan yang sangat mencolok.' Batinku di dalam hati, sembari melihatnya memasuki kantor CEO dan memberi hormat. Ketika aku memasuki kantor CEO, suasananya masih terlihat

