Tak terduga

1037 Kata

Elang terengah-engah langsung terduduk dari tidurnya, ia mengusapi wajahnya kasar. Dalam hati ia merutuki mimpi sialannya itu, sudah bertahun-tahun berlalu tetapi mengapa adegan itu terus berputar dalam ingatan Elang hingga masuk kemimpinya. Sial! Menghela nafasnya pelan, Elang turun dari tempat tidurnya. Ia tak bisa tidur lagi jika sudah begini seperti yang sudah-sudah. Diliriknya jam dinding yang saat ini menunjukkan pukul dua malam, Elang mengambil ponselnya dan membuka pintu balkon yang ada dihotel tempat ia menginap kali ini. Merasai hawa dingin yang menyerang tubuhnya. Elang menghidupkan ponselnya dan melihat apa yang ada disana. Banyak panggilan tak terjawab dan juga pesan-pesan tak penting dari wanita-wanitanya. Tanpa membalas, Elang mematikan kembali layar ponselnya. Menatap pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN