Elang mengusap telinganya yang terasa panas karena jeweran maut sang Mommy baru saja lepas. "Masih kurang?" Segera Elang menggelengkan kepalanya cepat, tak mau lagi merasakan jeweran maut itu untuk kesekian kalinya. "Kalo mau nanti Mommy kasih lagi." "Enggak Mom, El kan udah geleng-geleng tadi." Sambut Elang cepat tak mau membiarkan sang ibu menghukumnya. Lain dengan Ify yang entah sudah keberapa kali ini menghelakan nafas lelah, untuk sesaat pusing menyerang kepalanya hingga ia harus memijitnya sebentar. "Mommy pusing ya? Sini biar El bantu pijit kepalanya." Niatnya memang ingin berbuat baik pada sang ibu karena terlihat kepusingan, tetapi saat El akan bangkit untuk mendekati sang ibu dirinya malah mendapat tatapan sinis. "Kalo tau Mommy pusing sama kamu, harusnya kamu gak mau lagi ul

