Erina menghela nafas lelah karena mendengar semua ceramah Arumi saat ini, yang mengatakan bahwa Erina harus merubah sikapnya menjadi lebih manis setidaknya pada atasan gadis itu yang ternyata terlalu kepo menurut Erina. Jadi cowok kok kepo! Udah suka tebar pesona ditambah sikapnya ini semakin menambah nilai minus dari Erina. "Inget ya Na, senyum walau terpaksa gak masalah yang penting senyum kalo ketemu dokter Bian. Nyapa lebih baik, ngomong 'dok' aja gak papa yang penting ada perubahan." Erina bergumam tak jelas saja membalas serentetan perkataan sahabatnya itu seolah memahami dan akan melakukan anjuran diatas, tetapi nyatanya Erina iya iya saja supaya temannya ini cepat usai bicara. "Jangan ham hem ham hem aja Na, prakteknya juga. Lo judes judes gini sama dokter Bian nanti kena karmany

