"Ano..." Dipanggil masih tak bergeming, malah tak berkedip hingga sebuah tangan melambai didepannya. Ano tersadar dan langsung mengerjapkan matanya berkali-kali, menguceknya hingga terasa perih. "Ano jangan begitu nanti mata kamu sakit." Dan sekarang Ano merasa telinganya bermasalah setelah mendengar suara lembut itu. Ano pasti sudah gila, ia terus merasa berkhayal hingga tangannya ditahan supaya tidak terus mengusap matanya. "Tuh kan mata Ano jadi merah," Ano menahan nafasnya semakin tak percaya pada penglihatannya dimana wajah mereka begitu dekat, bahkan tanpa segan wanita itu meniup pelan mata Ano yang terasa perih. "Sasa gak bawa obat mata, Ano masih sakit matanya?" Setelah beberapa menit tak ada tanggapan, akhirnya Ano tersadar dan benar-benar tersadar. Ia bangkit dari dunia nyata

