Cuma Nyangkut, kok!

1371 Kata

"Ya sudah, biar lebih jelas kita buat peraturannya tertulis aja," ucapku. Ya biar manusia m***m yang satu ini gak nyosor terus yang konon katanya kelepasan akibat kesalahanku. Dasar aneh! "Apa? Kamu pikir ini sinetron apa? Pake perjanjian tertulis segala macam, tidak mau!" Dia masih kukuh dengan pendiriannya, gaes! Meyakinkan duda yang satu ini ternyata lebih sulit daripada meyakinkan anaknya. Si Moza dikibulin dikit langsung nurut. Lah bapaknya? Udah main sosor sana-sini tetep aja semaunya sendiri. "Kalau gak tertulis, nanti Anda kelepasan lagi bagaimana? Rugi dong, saya!" "Lah, rugi apanya? Bukannya kamu selalu menikmati setiap sentuhan saya? Tadi aja sampe merem melek gitu." Ucapannya membuat hatiku dongkol. Apa waktu kami berciuman matanya melotot ya? Ck, dasar curang! Awalnya dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN