Di hari berikutnya Mitha dan Rana saling menatap satu sama lain saat Rafael datang sendirian ke ruang resepsionis, biasanya Rafael akan menyeret paksa Hans untuk ikut serta dalam jadwal mingguan penyerahan dokumen. Lelaki itu berdiri tenang di depan meja resepsionis dengan menenteng dokumen yang akan di serahkannya, mata elang itu menatap satu persatu barisan kalimat yang sudah ia kerjakan sesuai dengan urutan perharinya. Rana menginjak pelan kaki Mitha hingga gadis itu meringis kesakitan, sudah jelas suara rintihannya menarik perhatian Rafael yang tengah serius mengecek kembali dokumennya. Alis lelaki itu naik turun melihat tingkah aneh kedua pegawai resepsionis itu. “Dok, kemana dokter Hans? Saya nggak lihat beliau dua harian ini” tanya Mitha. “Dia mengajukan cuti” jawab Rafael tenan