My Na, bangun sayang" Tama mengecup kening istrinya lembut. "Emmhhh," Dina menggeliat dengan mengangkat tangannya ke atas. Selimut yang menutupi tubuhnya jadi melorot, mempertontonkan dadanya yang berhiaskan bekas kecupan Tama. Tama menundukan kepalanya, bibirnya mengulum ujung d**a Dina lembut. "My Abang" Dina meremas rambut Tama pelan. Dina mendesis saat jemari Tama menari di bawah perutnya. "My Abang." Bibir Tama melepaskan ujung d**a Dina, lalu mengecup perut Dina. "My Abang" Tama menaikan tubuhnya, sehingga jadi membungkuk di atas tubuh Dina. "Mau lagi?" Tawarnya menggoda. "Emmm" Dina mencubit d**a Tama gemas. "Tahan ya" "Eehm" Dina memganggukan kepalanya. Matanya terpejam saat Tama menurunkan pinggulnya. "Enghh" "My Na" Tama melumat bibir Dina dengan mesra. Sementara pi