"Aunty bangun, sholat subuh dulu." Tama menepuk pipi Dina lembut. Dina terdengar menggumam, lalu membuka matanya perlahan. Kedua tangannya dilingkarkan di leher Tama, wajahnya semakin didekatkan ke wajah Tama. "Banguninnya tidak romantis sama sekali," gerutu Dina. "Cara membangunkan yang romantis itu seperti apa, Aunty?" "Enghh kenapa masih panggil Aunty sih, panggilannya juga harus romantis dong, Abang!" "Iya, yang romantis itu seperti apa?" Tanya Tama yang sebenarnya hanya bermaksud menggoda istrinya saja. "Abangkan sudah pernah nikah, pasti lebih tahu dari Dina dong, masa tanya sama Dina sih!" Dina menusuk-nusukan ujung jari telunjuknya ke d**a Tama. Tama menangkap jemari Dina, lalu dibawa ke bibirnya untuk dikecup. "Aunty maunya dipanggil apa?" "Apa ya? Honey, ehmm itukan pan