"Ini tempat yang kau tinggali?" Owen menatap rumah yang di tepati Cinde dengan tatapan menilai. Cinde menganggukkan kepala, "Maaf jika rumahku tidak membuatmu nyaman." "Walaupun ruangannya kecil tapi kau pandai merapihkan barang. Nyaman untuk di singgahi orang sepertiku." "Terima kasih. Mau minum sesuatu?" "Ada soda?" Cinde mengangguk lalu berjalan ke arah dapur, membuka kulkas, membawa beberapa kaleng soda ke hadapan Owen yang sudah duduk di sofa usang nya. Owen meraih soda, membukanya lalu meminumnya. "Ngomong-ngomong, sudah berapa lama kau tinggal disini?" "Sudah bertahun-tahun." "Bertahun? Apa Dilip tidak memberikan kau tempat tinggal yang layak?" Cinde duduk di hadapan Owen. Mereka sudah berkenalan saat makan siang tadi di Kafe. Banyak obrolan yang Owen mulai, suasana ca