"Lalu, bagaimana dengan perjodohanmu dengan Belinda? Kau pikir membatalkannya tidak akan membawa aib pada keluarga kita? Kau pikir tindakanmu ini pantas?" Joseph menghela napas sekali lagi. Kali ini dia melangkah mendekat, berdiri di depan kakeknya. Wajahnya tetap tenang, dan sorot matanya penuh keteguhan. "Aku tahu kakek sangat menginginkan perjodohan ini. Tapi, aku tidak akan menikahi seseorang yang tidak aku cintai. Aku menghormati keputusanmu, tapi aku juga berhak menentukan jalan hidupku sendiri." Kakek Morgan memandang Joseph dengan tajam, berusaha mencari celah dalam argumen cucunya. Namun, Joseph tetap berdiri kokoh seperti karang di tengah badai. "Apa kau benar-benar berpikir bahwa hidup ini hanya tentang cinta?" tanya kakek, suaranya lebih rendah namun tetap penuh tekanan. "K