Pernikahan pertama dalam hidupnya, bayangan-bayangan kebahagiaan yang sebelumnya tidak pernah Melody dapatkan ternyata hilang, salah dan tak sesuai. Padahal janji-janji itu datang dengan manis, tapi kenyataan menghantam ekspetasinya. Melody tengah menikmati es teh di meja yang telah tersedia cocok sekali dengan cuaca dan suasana hatinya yang sama-sama panasnya. Bolehkah ia bersedih setelah pernikahan ini? Jika semua orang berbahagia atas mimpi mereka yang terwujud. Tapi tidak dengan Melody, semuanya tak sama. Keluarga pihak lelaki begitu peduli dengan pernikahannya, seolah-olah semua urusan rumah tangganya harus sesuai dengan apa yang pihak keluarga lelaki inginkan. Tentu saja Melody tak ingin diatur-atur, karena setiap manusia memiliki hak untuk berpendapat. Apalagi Melody adalah wani